Anak Buah Korupsi, Menteri Ekonomi Jepang Mengundurkan Diri

aaa.jpg

Menteri Ekonomi Jepang Akira Amari mengundurkan diri secara tiba-tiba pada Kamis, 28 January 2016 waktu Jepang, demi bertanggung jawab atas skandal Korupsi pendanaan politik yang mengguncang pemerintahan Jepang.

Kendati ia mengundurkan diri, ia tetap bersikukuh bahwa dirinya terlibat menerima sogokan dari sebuah perusahaan konstruksi.

Majalah Jepang “Shukan Bundchen”, melaporkan bahwa Amari dan staffnya menerima uang dan hadiah, sebesar 12 juta yen atau US$ 101.000 (Rp 1,4 miliar) dari sebuah perusahaan konstruksi. Amari mengakui bahwa ia memang menerima uang itu yang rencananya akan ia umumkan sebagai donasi politik. Namun, ia mengklaim sejumlah staffnya menyalahgunakan uang tersebut.

Ekonomi Jepang yang telah berjuang keluar dari krisis deflasi selama dua dekade, berhasil menghindari resesi pada September tahun lalu

“Jepang akhirnya berhasil lepas dari deflasi. Kami telah berjuang di legislatif hingga parlemen untuk melawan deflasi dan menciptakan ekonomi yang kuat secepatnya. Apapun yang menahannya harus segera disingkirkan, tak terkecuali saya,” ucapnya.

“Dengan demikian, saya, memohon mengundurkan diri sebagai menteri untuk mengambil tanggung jawab atas apa yang telah dilakukan oleh staff saya,” tutupnya.

Pengunduran diri Amari membuat Perdana Menteri, Shinzo Abe, shock. Abe sudah mengatakan keinginan agar Amari tetap pada jabatannya. Amari telah menjadi menteri negara urusan ekonomi dan kebijakan fiskal semenjak 2012. Ia juga dikenal sebagai orang paling dipercaya Abe di parlemen. Amari juga menjadi kepala negosiasi Trans Pasicif Partnership (TPP) dan diharapkan akan berangkat ke Selandia Baru minggu depan untuk menandatangani perjanjian.

Amari akan digantikan Nobuteru Ishihara, yang sebelumnya merupakan Menteri Lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.